Insyaallah ramadan akan datang kurang dari 2×24 jam kedepan. Mengenai keistimewaan bulan ramadhan dibanding bulan-bulan lainya pernah saya posting setahun yang lalu.
Dan tak terasa, kondisi saya saat ini begitu berbedanya dengan setahun yang lalu.Kemarin saya masih mahasiswa, part time dosen, aktivis gerakan dengan segala lingkup kenyamanan dan dukungan kawan – kawan yang soleh-soleha.

Dan tahun ini meninggalkan dunia “nyaman” kampus. Berjibaku dengan dunia kerja. Menghandle sebuah perusahaan. Kesibukan yang luar biasa, sangat-sangat menyita fikiran. Berpisah dengan kawan – kawan yang dulu, selalu saling menyemangati dalam kebaikan dan kesabaran. Namun, hidup adalah pilihan.cepat-lambat, ujung dari pertemuan adalah perpisahan.Berpisah dengan kawan-kawan dan masing – masing berjuang utk mimpi – mimpi yang dulu sering kita ceritakan (sumpah kangen).

Oke, sebelum ngelantur. Saya menyebut ramadan ini sebagai ramadan kebangkitan. Membangkitkan lagi habit yang dulu sangat menenangkan dan merasakan kedekatan yang teramat sangat dengan Allah. Habit yang selama ini diberi excuse sehingga menumpuk menjadi kemalaasan, sehingga jarang atau tak bersungguh – sungguh menjalaninya.

Dan dengan mengucap istighfar selanjutnya bismillah, saatnya menuliskan agenda ramadan. Setidaknya menimbulkan rasa bersalah jika kita abai. Here we go :

1. Tilawah 1 juz sehari
Yap,dulu saat mahasiswa tiap tilawah rasanya susah di stop, pengen lagi dan lagi. Ditengah heningnya masjid kampus, atau ditengah tilawah2 lainnya satu kosan. Sekarang, ditengah suasana kerja dan fikiran yang terfokus pada target. Ditengah teman-teman yang belum akrab dekat qur’an. Ini bentuk excuse pertama. Padahal itu Cuma alasan..alasan..alasaaaannnn. setelah solat wajib it’s just take 5 minutes to reach a juz a day (ampuuunnnnn..gusti).
2. Solat dhuha tiap hari
Harus bisa. Atau perlu saya menjewer telinga saya sendiri dengan ini “ Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng, akan di
ampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan. “
( HR Tirmidzi ).
3. Refresh Hafalan
Ya Rabbi, sampai target ini kerinduan memuncak dimana dulu seminggu bisa menghajar eh menghafal 5 ayat. Sepertinya sekarang musti rollback ke juz 29 dan 30 lagi. Huwaaaaaaaaaa maluuu
4. Sedekah
Nah untuk amalan satu ini patut diapresiasi, kalau dulu sedekah masih pilih – pilih, maklum uang masih kiriman ortu. Sejak kerja,ini catatan yang sedikit melipur lara. Target punya binaan anak yatim tercapai, walaupun baru 1 (tambahkanlah rizkiku Ya Allah yaaa…plisss :D ). sudah nyiapin uang kurban (asik-asik). Dan ramadan ini harus berpartisipasi sedekah sebanyak-banyaknya (buat nebus rasa bersalah 3 hal diatas :p). Nah, rencanaya mau ikut paket ramadannya Rumah Zakat. Karena lembaga amal ini cukup kredibel, percaya sepenuhnya dengan konsep community buildingnya. Very high recommended place to you to spent a lot money there. Untuk keterangan paket ramadan bagi yang berminat bisa saya fwd-in emailnya atau langsung add YM penjaga twitter rumah zakat di edwaryusa_rzi.
5. Kontribusi amanah dept pemberdayaan perempuan KAMMI pusat
Masih di KAMMI? Hehehe enggak tega pas diminta gabung ketua bidang yang kebetulan temen akrab..upss. Setelah negosiasi saya cuma bisa kontribusi pemikiran, besar kemungkinan tidak bisa menghandle teknis. Tnyta sang ketua bidang deal. Berhubung sekarang sudah pindah dibekasi dan KAMMI pusat lebih terjangkau secara jarak. Here I come girls, dealnya boleh di type-x pemikiran dan controlling agenda hehehe. Bahwa saya sangat tertarik terjun di pemberdayaan kaum perempuan, iya. Dan saya tidak bisa meninggalkan komunitas yang memiliki visi sama. Demi agama, bangsa dan kaum perempuan.

Demikian, agendanya memang beberapa hal turun grade dari sebelumnya. Tapi ini ramadan dengan tema kebangkitan, bulan monumental yang harus memaksa diri kita sendiri lebih baik, kita memaksa diri kita untuk lebih menghargai hidup dengan mendekat kembali kepada Sang pemberi hidup. Aku siap ya Allah, sambut aku lagi dalam sebesar – besar cinta MU

Advertisement