Menjamah blog lagi, maksud hati sekali nulis pengennya mengupdate sesuatu yang ilmiah, tapi dengan kemasan bahasa khas mega, gimana coba? Yak .. yang menggemaskan saat dibaca.
Tapi apa daya jusru itu yang menghambat menulis. Sedangkan waktu tidak bisa menunggu untuk dikisahkan dalam kata – kata.
Akhirnya, memang yang terlintas dalam pikiran itulah awal terbaik untuk Dituliskan. Dituangkan.Diblogkan sdr2!. Lintasan pikiran itulah kunci sukses penulis, setidaknya begitulah kesimpulanku!
Kebetulan media socmed-twitter yang saya ikuti, kemarin melintaskan hal – hal yang sangat #hahahaha sekali untuk diposting.
Yaitu menunjukkan I were in a view of my friend
Jadi ternyata 21 September kemarin, merupakan hari berdirinya ITT Telkom a.k.a STT TELKOM.
Dan twitter diramaikan oleh hastag #21STTTelkom, ternyata saya kebagian mention yang dimuat oleh @andhikamaut, kalo dalam blog ini dia kukasih nama andhika gila.
Dia ini mengaku sebagai salah satu alumnus ITT TELKOM yang gantengmaut (entah versi siapa), dan beliau ini walaupun antic begitu, terpilih jadi ketua kelas kita, TE2705. Dan kami, eh saya tidak menyesali hal itu karena terbukti dia menyimpan memori untuk anak buahnya dengan baik.
Untuk memperingati hari jadi ITT TELKOM, di twitter dia membuat semacam testimoni untuk teman-temannya, dan beginilah testimoni dia buatku
Kerjaannya tukang demo? Ya si @dewmega .kecil2 cabe rawit. #21STTTelkom
@dewmega dulu suka ga masuk kul.pas masuk tidur di kelas. Sekarang?jadi dosen. #21STTTelkom
Kalo ngeliat track record @dewmega selama kul.sayah ga percaya dia bisa jadi dosen.antenna pula. #21STTTelkom
Bagusss banget ocehan si Dhika… saya sampe ngakak2 baca mention nya.
Bagi para fans blog saya, harap tenang, cool… calm … jangan terprovokasi, karena yang ditulis dika itu #deg deg deg deg deg deg BENAR ADANYA!!!Yak, bkn salah mention atau dhika usil tapi memang demikian adanya.
Dulu semasa kuliah S1, kuliah saya tempatkan urutan ke-2 setelah organisasi. Waow, nakal banget ya, gak tanggung jawab?
Tidak begitu juga kawan,
Bagi saya (diulang sekian kali) hidup itu masalah memilih, begitu pun cinta masalah memilih bkn dipilih eh fokus fokus… -_-!!). Nah, dulu ideologi tentang kebenaran islam, perlawanan atas ketidakadilan, perjuangan kaum tertindas, membangun basis rakyat adalah hal2 yang sangat menarik hati, pikiran dan kosentrasiku. Memalingkan aljabar, algoritma dan sinyal – sinyal digital analog yang saya pelajari di bangku kuliah.
Organisasi saat itu saya tergabung dengan KAMMI, adalah sebuah kesadaran baru yang menjadikan ku manusia baru. Manusia baru itu adalah manusia yang berpengang pada Al qur’an dan sunnah sbg panduan hidup, yang harus bermanfaat untuk umat dan sesama. Ruh baru dalam tubuh umat. Begitu dulu jargon yang diemban setiap kader KAMMI.
Dan hal tersebut yang memutuskan aku, untuk “berkiprah secara serius” di dunia organisasi, mengikuti panggilan kesadaran jiwa.
Dan saya pun sadar sesadar2nya akhirnya kuliah pun keteteran, bahkan pernah suatu hari di semester 1 – ujian harian kalkulus dan saya pun meminta masuk kelas lain, nyusul ujian dengan alasan ada demonstrasi di gedung sate. Dosen ku langsung tertawa terbahak dan jelas tidak memberikan ijin. Akhirnya saya pilih … demo, dan sampai sekarang beliau-dosen tersebut selalu ingat saya dan KAMMI.sampai sekarang.
#bersambung doeloe, mo nekunin hobi baru –> kerja