Melanjutkan perjalanan hidup dari blogging sebelumnya…errr sampe mana yak.

Kejadian masa kuliah. Dulu bergabung dengan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). Sebuah organisasi dengan ideologi islam. KAMMI identik dengan gerakan politik, karena merupakan elemen ekstra parlementer. Sejatinya, organisasi KAMMI lebih besar dari sekedar gerakan politik nya. KAMMI adalah organisasi kader, yang menggembleng kadernya dengan ideologi Islam sehingga kader KAMMI adalah kader2yang loyal terhadap perjuangan islam dengan segala kebenarannya. KAMMI juga organisasi basis massa sehingga berperan aktif pada pemandirian, pencerdasan dan kontribusi  manfaat bagi masyarakat. Selain itu masih banyak yang dilakukan sebuah KAMMI. Kemandirian ekonomi organisasi, Bidang perempuan yang berkosentrasi pada kemandirian perempuan. Tak ketinggalan, akhlak islami dan gemar ibadah menjadi ciri khas KAMMI.menjadikannya PEMBEDA, bhw KAMMI adalah sekumpulan pemuda/I hebat, nalar cerdas dengan ketulusan peduli terhadap masa depan masyarakat, diatas segalanya.

Itu saya baru ulas sedikit tentang KAMMI. Tidakkah kemudian saya menukar jam – jam kelas kuliah adalah untuk sesuatu yang worthy.

Yang jelas ketika masa S1 saya memilih mempriotiaskan KAMMI, saya mengkomunikasikan dengan ortu bagaimana porsinya. Kapan saya lulus dan apa saja konsekuensinya. Begitupun dengan saya memilih KAMMI, maka KAMMI harus mengalami peningkatan secara signifikan. Masak saya udah mengorbankan kuliah, KAMMI segitu gitu aja, itu namanya mengkambing hitamkan organisasi untuk kegagalan kuliah :p..owww tidak bisa.

Finally, keputusan hidup saya saat itu, mencatat beberapa hal untuk KAMMI. Salah satunya jaringan. Ini bukan klaim pribadi tapi ungkapan salah seorang senior (swear) bahwa jaringan KAMMI semasa saya pegang mengalami perubahan drastis. KAMMI membuka dan menjalin kerjasama dengan gerakan kiri baik mahasiswa, LSM maupun ormas. Dengan simpul buruh. Dengan simpul anak jalanan. Dengan simpul pusat prostitusi sekalipun,saat itu bisa digandeng KAMMI. Bukan hanya digandeng, isu bersama dirumuskan dan menjadi gerakan jawa barat yang cukup solid. Bahkan dari KAMMI oleh kelompok – kelompok tersebut ditunjuk sebagai koordinator pertemuan maupun aksi –demonstrasi. Rapat hingga larut malam, merumuskan ide, memimpin aksi semua saya pernah lakoni dan elemen yang tergabung adalah puluhan. Sekali lagi menukar ilmu kuliah dengan pengalaman berharga seperti itu sungguh tak pernah kusesali.

Dulu setiap masuk kelas, saya dijuluki gadis parpol #hahahaha padahal saya tak pernah menjadi anggota parpol apapun. Bangga gitu lo jadi  Ekstraparlementer.Ekstraparlementer itu gerakan independen yang kritisi pemerintah dan parpol sekalipun. Kita bergerak-membangun basis massa untuk itu, bkn sekedar ngoceh di socmed.

Dan dulu saya ingat, temen2 kampus maupun ortu sering kasih tau, tadi saya liat kamu di TV anu, ini dan itu. Orasi, bawa toa, kalo gak ya jalan mimpin massa.

Tak cukup sampai disitu, ditengah semangat yang meletup – letup. Gerakan KAMMI saat itu fokus di area Jawa Barat dan Kota Bandung. Sedangkan kampus IT Telkom itu terletak di kabupaten Bandung. Kabupaten Bandung pun tak kalah bermasalah pemerintahannya dari Kota Bandung dan Jawa Barat.

Dengan bekal yang saya punyai selama di Jaringan yakni Buruh, LSM dan Media. Saya diajak senior BEM kampus mendirikan LSM yang kosentrasi ke kabupaten Bandung. Itu saat saya sudah reorganisasi dari KAMMI Bandung dan semester akhir dengan hutang menyelesaikan skripsi. LSM tersebut digagas dan dirumuskan. Kasus pertama adalah advokasi buruh tekstil kabupaten Bandung yang sedang bermasalah. Selain itu kami sering adain diskusi di kampus dengan melibatkan-sengaja mengundang dosen. Tempat diskusinya di kantin, di emperan depan warung kopma,di selasar jalan antar gedung sambil ngampar dengan mahasiswa lain yg lalu lalang. Believe it or not. Hal – hal semacam itu masih pertama di kampus IT TELKOM. Worthy kan, hehe.

Singkat cerita saya lulus S1 selama 5 tahun (normal 4 tahun). IPK pas – pasan. Penelitian tugas akhir pun pas – pasan. Tapi disatu sisi saya membangun jaringan. Memiliki brand wanita gerakan dan itu sejawa barat, jgn dikira membangun citra gampang. Memiliki jaringan media, jaringan intel-yang bisa dilobi. Mendirikan 1 LSM. Sepadan bukan?

Walaupun satu hal yang saya koreksi dari perjalanan hidup saya adalah saya orangnya ternyata eh ternyata egois :p. seharusnya seaktif apapun di organisasi, kuliah bisa disiasati. Dengan cara? Bentuk tim. Dekati teman2 dikelas yang pintar. Belajar kelompok dengan mereka. Sayangnya. Itu dulu tidak saya lakukan. Menyesal? Tidak. Belajar dari kesalahan? Harus. Bagaimana cara belajar dan memperbaiki semuanya. Itulah kisah saya mengambil kuliah S2 :D

“When I was younger, so much younger than today,

I never needed anybody’s help in any way.

And now my life has changed in oh so many ways,

My independence seems to vanish in the haze.

But every now and then I feel so insecure,

I know that I just need you like I’ve never done before” 

The Beatles -Help

 

Advertisement