Tags

, , ,

Baiklah sekarang adalah penghujung tahun…

Biasanya menjelang tahun baru kita menyiapkan target baru, harapan baru bahkan kehidupan baru.

Namun sebelum tahun baru menjelang, ingin saya kisahkan perjalanan hidup yang berubah drastis. Dalam beberapa bulan….err..sekitar  5 bulan. Sebelumnya di akhir tahun 2010 dan diawal tahun 2011, saya juga menyusun sebuah rencana hidup, bahkan gambaran – gambaran rencana hidup dalam 5 tahun ke depan @_@… Namun begitulah, manusia hanya berencana dan berusaha, kemudian Takdir lah yang memenangkan skenarionya.

Dalam proposal hidup yang saya ajukan ke Tuhan, untuk tahun 2011 salah satu diantaranya adalah target pekerjaan. Saat itu saya menargetkan untuk bertahan di perusahaan tempat saya bekerja adalah 1 tahun, sambil bekerja freelance di sebuah CV yang dikelola Dosen pembimbing saya. Waktu itu saya berfikir, bekerja di perusahaan untuk meningkatkan skill teknik, mempelajari manajerial sebuah perusahaan bekerja dan menjalin relasi (sebelum bersiap – siap resign :P ). Dan target kerja freelance di perusahaan Dosen saya dengan target menjalin relasi dengan dunia pendidikan, tetap fresh dengan isu – isu telekomunikasi, menulis buku IT dan 1 tahun kemudian keluar, kembali bertobat-jadi dosen lagi- sambil menawarkan diri mengelola CV dosen saya tersebut (eaaaaaaaaaaaaa..:P).

Itulah salah satu target hidup di tahun 2011, target lain semacam nikah, punya anak, rumah dan mobil belum masuk list (ya iyalaaaaaah….). Awalnya semua berjalan lancar, di perusahaan saya bekerja (sebuah vendor telekomunikasi yang berasal dari daratan Cina), posisi yang saya pegang adalah project controller. Project Controller adalah secara fungsional di bawah RPM (pimpinan proyek per wilayah, misal area Jawa Barat) tugas nya mengontrol kerja, mengatur resource, menetapkan target, bertanggung jawab terhadap keberhasilan target dan melakukan reporting progress dari semua bidang. Cakeeeeppp kan.., dimana otomatis untuk melakukan semua itu seorang project controller harus memahami problem dan solving teknis.

Begitupula di bagian kerja freelance, saya bergabung dalam 1 proyek. Tugas saya masih seputar analisis teknologi baru dan membuatnya menjadi sebuah handbook. Semua berjalan lancar jaya, dan saya rasa 1 tahun cukup untuk bekal keluar kerja,  terus jadi dosen, terus membangun sebuah perusahaan.Dalam pandanganku, rencana itu S.E.M.P.U.R.N.A.

Namun, siapa sangka hanya 6 bulan, saya ulangi lagi 6 bulan, ya 6 bulan saudara – saudara (STOP!)..akhirnya saya memutuskan resign dari perusahaan tempat saya bekerja.

Jadi Begini Ceritanya….

Tiba – tiba sebuah perkenalan diluar skenario rencana terjadi, dan mengubah segalanya. Saya memiliki teman akrab seorang senior STT Telkom, teman akrab senior saya ini punya kenalan seangkatan (pusing kan). Dimana teman seangkatan senior saya ini adalah seorang wanita dengan karir bisnis di dunia telekomunikasi yang sukses. Teman akrab senior saya namanya Mbak Arum, dan Temen mb Arum yang sukses dengan bisnisnya ini bernama mb Prapti (sampai sini jelas kan?…Whatever!).

Singkat cerita, Mb Parti ini seorang wanita muda yang sukses dengan bisnisnya di bidang telekomunikasi, yakni subcon maintain jaringan internet salah satu provider di Indonesia. Kemudian Mbak-nya berfikir untuk mengembangkan bisnis, yang selama ini belum ada yang menghandle, yakni lembaga Training IT. Mbak Arum rupanya mempromokan ku kepada Mbak Parti untuk mengelola lembaga training tersebut. Setelah beberapa kali pertemuan dan nginap sampailah pada saat yang berbahagia, yakni kebingungan ku (bersambung)

Advertisement