Home » secangkir kopi » Perubahan Pertama 2014

Perubahan Pertama 2014

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 3,807 other followers

Tamu

  • 20,828 hits

Perubahan adalah semangat yang dibawa setiap memasuki  pergantian tahun. Tahun baru, memang menghadirkan optimisme, menumbuhkan harapan – harapan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.  Waktu seolah berjalan cepat, sedangkan waktu adalah modal yang paling adil untuk semua orang. Masing – masing mendapat jatah 24 jam.  Modal sama, pencapaian yang berbeda, akhirnya waktu menjadi hakim yang berhak mengadili .

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”.

Al Qur’an surat Al-‘Ashr  ayat 1 – 3 ,  tegas, tanpa tedeng aling – aling menyampaikan pada manusia, tentang urgensi waktu dengan status sebagai manusia yang merugi. Tapi, rupanya, bagi blog saya, postingan yang cukup ngenes terlihat jelas, masih di halaman yang sama, saya menulis toples resolusi (ditulis untuk menyambut tahun baru 2013). Tau – tau, sekarang sudah 2014. Dari sisi produktivitas menulis , berati saya merugi dibanding tahun – tahun yang lalu.

Kabar baiknya, target – target besar yang ditulis di 2013 alhamdulillah tercapai, kepayahan terbayar sudah dengan hasil – hasil nya. Untuk itu, saya berterimakasih atas semua peristiwa yang terjadi di tahun 2013. Janji Allah sangat pasti, bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik kepayahan ada keberhasilan, dibalik kepasrahan ada pertolongan.

Karena resolusi 2013, sudah pernah ditulis, saya tidak akan menulis resolusi 2014 disini. Tapi saya akan berbagi tentang hal pertama yang saya lakukan di tahun 2014.

Bisnis yang saya jalani, memang sebuah “sekolah kehidupan” yang sangat berharga untuk pertumbuhan diri. Jadi Hal yang pertama terfikir, di tahun 2014 adalah bagaimana agar pencapaian usaha saya ini menjadi semakin baik.  Saat 2014 menjelang, saya sering merenung, mengevaluasi, ingin melakukan yang terbaik dalam menjual produk – produk usaha saya.

Dan, atas rekomendasi teman, saya mendapat referensi buku – buku bacaan yang sangat baik untuk berfikir positif. Salah satu judul bukunya BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR, yang ditulis oleh DAVID J. SCHWARTZ. Dari buku tersebut saya belajar, meyakini bahwa kita harus hidup dengan tujuan yang besar.

Selama ini permasalahan yang saya hadapi adalah susah untuk fokus, jika pernah ngobrol dengan saya maka akan terlihat banyak hal – hal yang teralihkan dari pembicaraan awal. Ketidakmampuan untuk fokus ini, yang menjadi masalah saat mengelola usaha saya. Sering mengurusi hal remeh, yang tidak berkaitan dengan pencapaian bisnis yang besar. Sering saya kebingungan, menyelesaikan pekerjaan yang mana dahulu, hingga akhirnya tidak selesai semua. Sampai saya kebingungan juga bagaimana mengevaluasi apa yang telah saya capai.

Akhirnya setelah membaca buku ini, saya mendapat resep yang ajaib. Selain memiliki tujuan besar, juga membuat ”jalan – jalan” simpel dan mudah untuk bisa mencapai tujuan tersebut.

Perubahan sederhana yang saya lakukan adalah meminimalisir jumlah folder bisnis yang saya geluti. Mungkin terdengar menggelikan. Namun, perubahan sederhana ini, membantu saya untuk fokus, dan konsentrasi sepenuhnya pada hal besar, dan tidak mempersoalkan kesalahan kecil.

Ini dia penampakan perubahan pertama saya di 2014.

 folder commtech

Sederhana sekali kan, dari masing – masing folder tersebut, Saya menetapkan tujuan. Dan setiap hari saya bisa melakukan evaluasi secara fokus pada 4 hal itu saja, tidak teralihkan pada hal – hal kecil yang selama ini mengganggu.

Sederhana sekali ya, tapi bagi saya ini merupakan penemuan yang berharga, 4 folder tersebut menghemat puluhan folder yang pernah ada di 2013 dan cukup merumitkan cara saya mengelola usaha. Dengan fokus pada KARYAWAN, PELANGGAN, PRODUK dan PROMOSI, membuat saya sepanjang minggu dapat membuat catatan dan menuliskan gagasan mengenai bagaimana dapat memperbaiki usaha saya.

Sebelum menutup tulisan ini, saya ingin menuliskan bagian dari buku ini tentang bagaimana berfikir besar yang dimaksud :

Ada tiga orang tukang batu dengan sikap (cara berpikir) terhadap pekerjaannya. Ketika ditanya, “apa yang sedang Anda kerjakan?”.

Tukang batu pertama menjawab, “Menyusun bata”. Yang kedua menjawab, “Menghasilkan sepuluh ribu rupiah per jam.” Dan yang ketiga menjawab, “ Saya sedang membangun katedral terbesar di dunia”.

Kisah ini memang tidak memberi tahu kita apa yang terjadi dengan ketiga tukang batu kemudian hari. Tapi Menurut Anda yang terjadi ? Peluangnya adalah tukang batu pertama dan kedua tetap menjadi tukang batu. Mereka tidak mempunyai visi. Mereka tidak punya rasa hormat terhadap pekerjaan. Tidak ada di belakang mereka yang mendorong mereka maju menuju keberhasilan yang lebih besar.

Akan tetapi, tukang batu yang memvisualisasikan dirinya sedang membangun katedral terbesar tidak akan tetap menjadi tukang batu. Barangkali ia menjadi mandor, atau mungkin arsitek. Ia bergerak maju dan ke atas. Mengapa ? Karena berpikir memang membuatnya begitu. Tukang batu ketiga mendengarkan saluran pikiran yang menunjukan cara untuk mengembangkan diri dalam pekerjaannya.

Cara berpikir tentang pekerjaan memberi tahu banyak tentang seseorang dan potensinya untuk tanggung jawab yang lebih besar.

 —-

happy 2014

Kembang api telah mengudara, mengantarkan mimpi berjuta manusia ke angkasa. Dan kita adalah bagian orang – orang yang bekerja mewujudkannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: