Home » secangkir kopi » MENANTANG DIRI SENDIRI

MENANTANG DIRI SENDIRI

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 3,807 other followers

Tamu

  • 20,714 hits

Judul diatas sengaja dipilih provokatif , karena menantang diri ini adalah pekerjaan melawan “musuh” yang lebih sulit daripada lawan nyata sekalipun.

  • Menantang diri, artinya kita siap mengalahkan keburukan – keburukan yang ada dalam diri dan memperbaikinya secara kontinyu.
  • Menantang diri, adalah perang tanpa akhir. Jika menang, akan ditantang ujian yang lebih berat lagi, jika kalah maka gagal dalam kehidupan, dan yang mengerikan gagal pula mendapat kebaikan setelah kehidupan.
  • Menantang diri sendiri, adalah tentang mengalahkan “kondisi kita” kemarin, sehingga hari ini menjadi pribadi baru yang lebih baik. Jika hari ini kita berhasil lebih baik dari kemarin, maka hari ini kita menjadi pemenang.

Apa sih pentingnya menantang diri sendiri

Karena dunia ini hanya dimensi waktu yang sebentar dan sementar. Jadi kenapa tidak, mumpung masih hidup ciptakan model terbaik dari diri kita. Terbaik yang bisa dicapai dengan berusaha memberdayakan diri menjadi pribadi yang tidak sia – sia karena telah diciptakan.

Kabar baiknya, menantang diri sendiri ini tidak memiliki dampak negatif, justru memiliki 2 jaminan yakni sukses dunia dan akhirat. Siapa yang gak mauu..coba.

dont-compare-yourself-to-others

Bagaimana Menantang diri sendiri

Kunci dari menantang diri sendiri ini adalah menikmati prosesnya, dan menemukan keindahan di dalamnya. Kita menemukan keindahan saat berhasil menjadi lebih baik. Karena bila tidak memegang kunci ini, maka kita akan kehabisan energi kemudian menyerah.

Beberapa hal, yang sebenarnya ini hanya gambaran lingkup perbaikan diri, dan aktivitas nya tentu saja sangat subjektif tergantung bagaimana kita menginginkan diri kita menjadi apa.

  1. Menantang aktivitas ibadah

Sebagai manusia yang lemah dan tak berdaya, kita perlu merubah cara pandang terhadap ibadah, bahwa ibadah bukan sekedar kewajiban, namun sarana memohon pertolongan kepada Dzat yang memiliki Maha kekuatan. Sehingga akan mendorong untuk beribadah sebanyak – banyaknya dan sebaik – sebaiknya.

Jadi fokus dalam menantang perubahan aktivitas ibadah adalah kuantitas dan kualitas. Perbaiki terus ibadah harian, apakah hari ini beribadah lebih banyak dari kemarin dan apakah hari ini ibadah kita lebih baik dari kemarin.

Gampangnya, tidak perlu menargetkan perbaikan dalam sekala drastis dan besar sehingga akan membebani diri. Target yang kecil – kecil tapi konsisten akan berdampak perubahan besar, daripada target besar tapi tidak pernah tercapai. Misalnya, hari ini kita berusaha solat dzuhur tepat waktu, besok berusaha solat dhuhur dan ashar tepat waktu, niscaya dalam waktu kurang lebih seminggu kita mencapai target solat 5 waktu tepat waktu.

Menantang diri memperbaiki amanah

Amanah ini bisa macam – macam bentuknya, tapi jelas disini posisi kita adalah sebagai pengemban amanah tersebut. Amanah adalah bentuk tanggung jawab yang diterima secara sadar dan tanpa paksaan. Amanah Sebagai pelajar adalah memberikan hasil terbaik. Amanah sebagai pekerja adalah menuntaskan pekerjaan dengan cara terbaik, dan seterusnya.

Sekali lagi memperbaiki ini adalah tantangan untuk meningkatkan kualitas diri, jadi tidak ada hubungannya dengan tuntutan bos atau pihak eksternal. Contoh simple nya karena saya saat ini berbisnis, maka tantangan untukk diri sendiri adalah  setiap hari menambah peluang penjualan, datang kantor tepat waktu, istirahat tepat waktu dan seterusnya.

Menantang diri memperbaiki hubungan dengan orang lain

Dalam konteks ini, memperbaiki hubungan dengan orang lain ini tidak ada hubungannya dengan kebutuhan terhadap seseorang. Artinya kita tidak memiliki motif kepentingan misalnya relasi bisnis, atau apapun, namun kita perbaiki cara hubungan dengan orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saat sudah fokus pada perbaikan diri sendiri, maka seharusnya tidak akan kecewa dengan respon orang lain bila tidak seperti yang diinginkan.

Toh tidak ada ruginya jika menjadi orang yang lebih sering menambah lingkaran pergaulan, lebih banyak membantu, turun tangan, ramah, lebih pemaaf dan lebih mau minta maaf.

Mulai Sekarang

Saat ini juga yuk berkomitmen setiap hari bertanya pada diri sendiri “ apa yang harus saya perbaiki hari ini ?”. Saat berhasil menjadi pemenang hari ini, maka kemenangan menjadi tabungan karakter kepribadian kita.

Bukankah Karakter adalah kebiasaan ?. Saat terbiasa memperbaiki diri, maka menjadi baiklah karakter kita. Saat karakter menjadi baik, maka peluang kebaikan lah yang akan menghampiri kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: